Istilah medis untuk cegukan adalah singultus. Cegukan disebabkan oleh iritasi atau gangguan pada saraf phrenic (saraf yang menyuplai diaragma). Diafragma membantu kita bernapas dengan cara membesar dan mengecil yang menurunkan dan menaikkan ukuran rongga dada sehingga memungkinkan paru-paru mengembang saat bernapas. Bila saraf yang menyuplai diafragma terganggu maka gerakan diafragma tidak lagi terkordinasi dengan dada dan menghasilkan cegukan. Cegukan dapat hilang dengan sendirinya atau dengan perawatan tradisional, seperti menahan napas, terkejut, atau minum segelas air.
Sumber:
Diktoff B. A. 2008. Mengapa Bulu Mata Kita Tidak Tumbuh. Jakarta: Ufuk Publishing House.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar