Kehamilan adalah kondisi wanita ketika terdapat janin di dalam rahimnya sekitar 40 minggu atau 9 bulan terhitung sejak awal periode menstruasi terakhir sampai melahirkan. Pada trimester awal kehamilan banyak wanita yang mengalami mual sampai muntah dengan tingkat yang berbeda-beda. Biasanya ibu hamil mengalami gejala mual muntah yang cukup ringan dan terjadi pada pagi hari (Morning Sickness), tetapi kadang-kadang juga cukup parah dan terjadi sepanjang hari sehingga menggangu aktivitas ibu sehari-hari (Jones 2005).
Apa itu Hiperemesis Gravidarum?
Hiperemesis gravidarum adalah mual muntah yang berkelanjutan dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari wanita hamil. Menurut Manuaba (1998), hiperemesis gravidarum dapat mengakibatkan kekurangan cairan dan makanan ke jaringan plasenta yang dapat mengganggu kehidupan janin dan memperburuk keadaan umum ibu.
Apa penyebab Hiperemesis Gravidarum?
Penyebabnya belum diketahui secara pasti, tetapi menurut Prawirohardjo (2005) ada beberapa faktor yang sering dikemukakan misalnya primigravida (kehamilan pertama), mola hidatidosa (hamil anggur), dan kehamilan ganda atau kembar. Selain faktor yang telah disebutkan sebelumnya, psikologi dan fisiologi juga dapat menyebabkan Hiperemesis Gravidarum juga.
Bagaimana cara mengatasinya?
- Secara psikologis, dengan bantuan moral meyakinkan bahwa gejala mual dan muntah merupakan hal yang wajar terjadi saat kehamilan dan dapat menghilang dengan sendirinya.
- Perubahan tingkah laku, seperti meningkatkan waktu istirahat, jalan-jalan mencari uadar segar, menghindari gerakan tiba-tiba, BAB teratur, menghindari menggosok gigi segera setelah makan, dan jangan langsung berdiri setelah bangun tidur.
- Pemijatan, dapat membantu relaksasi dan melapangkan pikiran.
Makanan apa saja yang dianjurkan dan tidak dianjurkan?
Menurut Almatsier (2005), makanan yang dianjurkan, antara lain makanan lunak dan manis, tinggi karbohidrat, rendah lemak, menghindari makanan berbau menyengat, dan tidak mengonsumsi tablet besi. Contohnya, roti panggang, biscuit, krakers, buah segar, sari buah, sirup, kaldu tak berlemak, teh, dan kopi encer. Makanan yang tidak dianjurkan, misalnya makanan berbumbu tajam, mengandung alkohol, kopi, dan yang mengandung bahan pengawet, pewarna, dan penyedap.
Referensi
Almatsier S. (2005). Penuntun Diet. Jakarta:Gramedia Pustaka Utama.
Jones, D. L. (2005). Setiap Wanita. Jakarta: Delapratasa Publishing.
Manuaba I.B. (1998). Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana untuk Pendidikan Bidan. Jakarta: EGC.
Prawirohardjo S. (2005). Ilmu Kebidanan. Jakarta: Gramedia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar